Arsip Tag: WHO

Kesehatan Mental, dan Cara Menjaganya

Di tengah tahun 2020 yang berada pada situasi pandemi seperti sekarang, pembahasan mengenai kesehatan mental menjadi hal yang cukup menarik, terlebih lagi saat hampir semua orang di Dunia saat ini asik beradaptasi dengan aktifitas, dan juga rutinitas baru mereka.

Kesehatan mental itu sendiri berpengaruh dari situasi dan juga kondisi yang dialami oleh seseorang.

WHO, menekankan bahwa kesehatan mental adalah kondisi dimana seseorang tidak mengalami gangguan maupun kecacatan dari mental seseorang.

Juga dikatan bahwa kesehatan mental itu tidak sekedar menghindar dari kondisi-kondisi aktif, tetapi juga kebahagiaan yang berkelanjutan.

Kesehatan mental dapat merujuk kepada kesejahteraan dari 3 hal seperti kognitif, perilaku, hingga emosional.

Dari hal tersebut, faktor diatas dapat menjadi penentu cara pikir, pengambilan kesimpulan/ keputusan, relasi hingga perilaku sehari hari.

Misalnya, adalah orang yang sedang menderita gangguan kesehatan mental dapat merasakan stres, depresi, hingga kecemasan berlebih yang dapat mempengaruhi rutinitas seseorang.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental adalah juga merupakan usaha seseorang untuk menikmati hidupnya lebih lanjut.

Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan kesehatan mental:

– Tekanan Sosial dan Ekonomi

Ini merupakan penyebab yang paling umum terjadi, terlebih lagi ketika seseorang / sebuah kelompok merasa terpinggirkan bahkan teraniaya.
Dari poin ini sendiri menghasilkan 2 faktor lain yang menyebabkan gangguan kesehatan mental
1. Faktor yang dapat dimodifikasi
Contohnya adalah tingkat pendidikan, sosio-ekonomi, kualitas rumah, kepemilikan harta, dll.
2. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi
Contohnya adalah jenis kelamin, etnis, atau bahkan disabilitas.

– Faktor Biologis

Riwayat genetik dari orang tua ternyata dapat meningkatkan kemungkinan dari gangguan kesehatan mental ini. Sebab dari waktu ke waktu kondisi dari varian gen satu ke yang lain akan mengalami peningkatan.
Meskipun jika memiliki gen yang memiliki riwayat seperti depresi atau Skizofrenia, tidak berarti akan ada jaminan bahwa kondisinya akan berkembang. Juga dapat berlaku hal yang berlawanan dari orang yang tidak memiliki riwayat gen dengan penyakit yang tersebutkan.

Penangan dari hal ini hanya ada 3 :

– Medikasi:

Yang berarti mengkonsumsi obat-obat antidepresan, antipsikotik, dan anxiolytic.
Hal ini di nilai bukan untuk menyembuhkan melainkan untuk meredakan gejala gejala saat interaksi sealnjutnya akan muncul kembali, terlebih ketika seseorang ingin melakukan rutinitas diluaran.

-Bantuan dari ahli Psikologis:

Ini merupakan hal yang sangat mendasar karena terapi yang akan di berikan dari seorang Psikolog akan bertujuan untuk melatih seseorang untuk perubahan perilaku juga cara pandang.
Hal ini efektif untuk jangka panjang.

-Bantuan dari diri sendiri:

Ini adalah yang paling penting, Perubahan Gaya Hidup dapat menjadi awal dari seseorang untuk mulai mengubah cara pikirnya, dimulai dari mengurangi asupan Alkohol, tidur dengan waktu yang lebih lama, hingga makan makanan yang bergizi.
Di kondisi seperti ini, sangat disarankan agar dapat meluangkan waktu dari pekerjaan, atau bahkan menyelesaikan hubungan pribadi yang kemungkinan menjadi salah satu penyebab gangguan kesehatan mental itu.